Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Gempa di Desa Gasol Berjalan Dengan Baik

Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Gempa
Pelayanan Kesehatan Bagi Warga Terdampak Gempa


CIANJUR, Viralmediaindonesia – Warga Desa Gasol di Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menjadi salah satu desa yang terkena dampak gempa berkekuatan (M) 5,6 SR, Senin (21/11) lalu. Warga sekitar mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Pelayanan kesehatan bagi warga terdampak, baik yang terpencar maupun di titik-titik pengungsian, merupakan bagian dari pelayanan dasar pada saat keadaan darurat. Posko tersebut mengutamakan pencarian dan evakuasi korban hilang serta pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Iis, salah satu penyintas yang rumahnya rusak parah, mengatakan perawatan medis untuk para penyintas berjalan dengan baik. “Setiap pagi petugas kesehatan memeriksa pengungsi di sini,” kata Iis usai rapat, Sabtu (26/11) di pengungsian BNPB di Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Cianjur, Jawa Barat.

“Pelayanannya sangat cepat dan cepat, misalnya saat ini ada dua lansia (perempuan dan laki-laki) yang sakit, kami informasikan dan petugas kesehatan langsung tanggap ke sini dan melakukan pengobatan secara rutin,” jelas Iis.

Diketahui, dua lansia jatuh sakit sebelum gempa.

“Tim medis sangat waspada untuk memeriksa para pengungsi,” ujarnya.

Kemudian Iis mengatakan bahwa kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi. “Selain tenda pengungsian di sini, kami juga didukung layanan darurat dan dapur umum,” ujarnya.

“Saat ini kami juga sedang bekerja sama untuk membangun gudang tempat dukungan logistik dapat ditempatkan sehingga dapat diinventarisasi dengan baik,” jelasnya.

Kebutuhan para penyintas akan air bersih juga tercukupi. Sebanyak dua tangki masing-masing berkapasitas 530 liter per hari akan disalurkan untuk memenuhi kebutuhan pokok dan aktivitas warga terdampak.

Selain itu, kata Iis, ada 100 orang yang tinggal di tenda-tenda pengungsian. “Di sini ada sekitar 100 orang, termasuk 30 anak-anak, didominasi pengungsi perempuan,” jelasnya.

Iis mengatakan, kebutuhan pokok anak-anak dan perempuan khususnya diurus secara rutin setiap hari, namun saat ini sering turun hujan di daerah yang terkena dampak, kasur, matras dan selimut sangat dibutuhkan.

“Cuacanya dingin, terutama untuk anak-anak. Kasur, matras, dan selimut masih dibutuhkan agar anak-anak tidak kedinginan saat hujan saat tidur di tenda,” kata Iis.

“Kebutuhan orang dewasa cukup terpenuhi, tetapi kebutuhan anak-anak lebih penting bagi kita saat ini karena makanan, minuman, dan barang untuk anak-anak lebih beragam,” katanya.

Ada pula gotong royong antar penyintas agar kebutuhan masing-masing lokasi pengungsian dapat terpenuhi secara merata. “Hari ini misalnya kami banyak menerima bantuan, kami juga mendistribusikannya ke tempat-tempat pengungsian lainnya agar tidak ada yang kekurangan bantuan”, pungkasnya.

Iis juga menyampaikan terima kasih atas dukungan BNPB dalam memenuhi kebutuhan pengungsi di Desa Gasol.

“Terima kasih kepada BNPB atas bantuan dan kehadirannya, kerjasama semua pihak untuk membantu para pengungsi sangat diapresiasi,” ujarnya.

Sambungan jalan yang agak sempit dan tingginya tingkat mobilisasi pasca gempa membuat distribusi bantuan logistik menjadi kendala untuk mencapai kawasan Cugenang. Tim kerjasama juga masih mengerahkan sepeda darat untuk mendistribusikan bantuan logistik ke Cugenang, termasuk Kampung Pasir Ang yang tidak mendapat dukungan maksimal.

Bantuan Logistik Desa Mangunkerta

BNPB juga menyalurkan bantuan logistik kepada warga Desa Mangunkerra di Kecamatan Cugenang pada Sabtu (26/11).

Exit mobile version