Surakarta, Viralmediaindonesia – Direktorat Jenderal Dukcapil Kemendagri Kementerian Dalam Negeri serius melaksanakan pengembangan strategi dan kompetensi pengajaran bagi dosen dan dosen Diploma IV yang mempelajari Program Studi Demografi dan Kependudukan (DPS) Sekolah Vokasi Universitas Sebelas Maret (UNS) ) Surakarta, Kamis (12/12/2022).
Acara Coaching Clinic diselenggarakan di Hotel Sahid Jaya Solo dan dibuka oleh Wakil Rektor UNS Bidang Akademik, Prof. Ahmad Yunus, Keynote Speaker, Dirjen Dukcapil Zudan, Arif Fakrulloh.
Adapun narasumber adalah Wakil Dekan Sekolah Vokasi UNS Santoso dengan materi dari World Class University serta narasumber dari World Bank dengan materi terkait Identitas Kependudukan Digital.
Dirjen Zudan mengungkapkan, Sekolah Vokasi Diploma IV Prodi DPS bertujuan membentuk sarjana terapan yang mampu dan menguasai bukan hanya teori tapi juga praktik dalam pelayanan administrasi kependudukan. “Maka dosen praktisi dan dosen Prodi perlu memberikan perhatian penuh terhadap lulusan Sekolah Vokasi yang akan disiapkan sebagai penerus aparatur kependudukan dan pencatatan sipil,” kata Santoso.
Pemberian pengembangan kompetensi dosen ini menjadi kegiatan rutin yang dilakukan Ditjen Dukcapil bekerja sama dengan UNS, sebagai bentuk transfer pengetahuan dan penyiapan SDM untuk menghadapi tantangan bidang Dukcapil yang mengarah pada digitalisasi administrasi kependudukan.
Selain memberikan materi Coaching Clinic dilakukan juga Pra Test dan Post Test sebagai bentuk uji materi bagi dosen dan dosen praktisi serta dilaksanakan juga sesi diskusi terkait dengan pembatalan dan pencabutan akta pencatatan sipil berdasarkan asas contrarius actus yang dipimpin Wiwik Roso Sri Rejeki yang merupakan salah satu Tim Pakar Adminduk Ditjen Dukcapil.
Pada sesi diskusi ini Kepala Dinas Dukcapil Kabupaten Semarang Rudi Susanto memanfaatakan kesempatan untuk bertanya terkait implementasi asas contrarius actus.
