“Wajib” Makzulkan dan “Fatwa Jihad” Melawan Rezim KKN

banner ads

Selama Jokowi berkuasa, korupsi merajalela bahkan pada akhir masa jabatan nepotisme menjadi terang benderang. Pantas jika disebut sebagai Rezim Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KKN). Korupsi dari atas hingga bawah. Menteri yang terlibat korupsi mencapai rekor di bawah koordinasi Jokowi. KKN sulit diberantas apalagi dengan KPK yang juga kotor. Ketua KPK kini dalam pemeriksaan Bareskrim Polri.

Rakyat harus berbuat. Umat tidak bisa diam dan membiarkan kemungkaran yang sudah sedemikian dahsyat. Ketika pembersihan harus dengan kata lawan, maka kekuatan mesti tergalang. Ada semangat jihad di dalamnya. KKN adalah perusak dan penjajah. Penjajahan harus dilawan.

Ulama atau institusi keagamaan dituntut untuk maju selangkah atau beberapa langkah. Bergerak menuju ke medan juang. Penting ada seruan atau Fatwa Jihad untuk melawan dan memerangi KKN. KKN adalah musuh rakyat, musuh bangsa dan musuh agama. Penjajah perusak ini harus segera dibasmi. Rezim yang sengaja atau diam-diam memproteksi akan menjadi lawan dan musuh bersama.

Rakyat bersatu tidak bisa dikalahkan. Rakyat adalah kekuatan. People power menjadi keniscayaan. “Wajib makzulkan Jokowi” dan gaungkan “Fatwa Jihad” melawan Rezim KKN. Merdekakan negeri.

“Atas berkat rahmat Allah yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”.

Bandung, 20 Nopember 2023

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *