Viral: Pertama Coblos

Pertama Coblos
Dahlan Iskan memaksakan pulang ke Surabaya demi bisa mencoblos di Pilpres 2024.--
banner ads

Terakhir Pak Said sampai pada puncaknya: mengancam akan menutup Jawa Pos. Ia bisa melakukan itu.

Saya tidak menunjukkan ekspresi kaget atau menantang. Beliau terus berkata-kata mengenai kekuasaan yang beliau miliki. Saya tetap diam. Maka beliau tegaskan: Jawa Pos akan ditutup.

Setelah kata itu diucapkan, saya baru minta izin bicara. Pakai bahasa Jawa halus.

”Kalau Jawa Pos memang akan ditutup, saya pasrah. Setelah itu saya nganggur. Saya akan ikut kerja di Pak Said,” kata saya lirih, sambil menunduk.

Beliau diam agak lama. Lalu berdiri. ”Ya sudah, boleh pulang,” ujar beliau.

Saya pun menyalami tangan beliau dan menciumnya.

Saya pasrah apa yang akan terjadi. Saya tidak ceritakan pertemuan itu ke redaksi dan wartawan. Saya khawatir akan memengaruhi independensi mereka.

Yang jelas, setelah itu,.Jawa Pos baik-baik saja.

Menjelang Pemilu berikutnya saya dipanggil ke Progo 5. Itulah rumah Pak Said: di jalan Progo No 5 Surabaya. Itu sudah jadi rumah politik. Siapa saja yang ingin jadi apa saja harus sowan ke Progo.

”Ada apa ya?” tanya saya lagi ke diri sendiri. Saya pasrah saja. Saya pun melangkah masuk ke Progo. Sudah ada dua-tiga orang di sana.

”Dik Dahlan kami calonkan sebagai anggota MPR dari unsur Golongan,” ujar beliau. Saya kaget. Saya? Anggota MPR? Dari Golkar?

Tidak ada kata menolak.

Ya sudah.

Tapi ada kesulitan besar. Seorang calon anggota MPR harus terdaftar sebagai pemilih. Itu harus dibuktikan dengan tercantum di daftar pemilih tetap. Padahal nama saya tidak ada di sana.

”Tidak ada di daftar? Tidak mendaftar?” tanya staf sekretariat terheran-heran.

Mereka pun saling berbisik. Ini sudah putusan Pak Said. Beliau itu idu geni –ludah api. Kata-katanya harus terlaksana.

”Ya sudah. Akan kami atur,” kata staf sekretariat tersebut.

Beberapa hari kemudian saya harus menandatangani beberapa dokumen. Saya dianggap tercantum di daftar pemilih tetap di salah satu daerah di Madura. Lalu ada dokumen mutasi: tempat mencoblos di salah satu TPS di Surabaya.

Di hari pelaksanaan Pemilu saya dapat surat mutasi itu: bisa saya pakai mencoblos Golkar di TPS Tenggilis Mejoyo Surabaya.

Sejak itu saya selalu mencoblos di setiap Pemilu. Pun hari ini. Tadi malam saya paksakan pulang ke Surabaya: demi pilih nomor….Anda sudah tahu. (Dahlan Iskan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *