Dia mengaku pernah berada di ‘jalan yang salah’ karena sempat tidak memiliki mimpi.
Padahal menurutnya itu sesuatu yang penting.
Tanpa mimpi mungkin mustahil dia bisa mendirikan perusahaan sebesar Kalbe Farma.
“Saya dulu salah, waktu muda tidak pernah punya mimpi. Anak-anak muda harus punya mimpi. Sudah punya mimpi, harus ada aksinya. Banyak pengorbanan jadi entrepreneur, tapi kalau sudah berhasil banyak juga reward-nya,” tambahnya.
Diketahui, Kalbe Farma merupakan salah satu sumber kekayaan Boenjamin Setiawan.
Siapa sangka, bisnis yang awalnya dimulai dari sebuah garasi pada tahun 1966 dapat mengantarkannya menjadi salah satu orang terkaya di Indonesia.
Dilansir dari Forbes, Selasa (25/10/2022), Boenjamin Setiawan merupakan orang terkaya di Indonesia ke-8 pada tahun 2021.
Total kekayaannya mencapai US$ 4,2 miliar atau sekitar Rp 65 triliun (kurs Rp 15.611).







