Viral: James Today

Ilustrasi ikan kembung, ikan tude, atau butter fish yang disajikan di luar negeri. Dahlan Iskan terpesona dengan masakan ikan tude yang dimasak oleh James F Sundah di New York, Amerika Serikat.--
banner ads

Kecambah misalnya, itu sayur yang sudah berkali-kali mati. Waktu masih bijih kedelai dia mati.

Dihidupkan dengan cara ditanam.

Lalu dimatikan lagi saat dipanen.

Dihidupkan lagi saat jadi kecambah.

Dimatikan lagi saat dipotong-potong.

Begitu juga ikan.

Mengapa juru masak yang pandai bisa membuat makanan enak? Karena ketika memasak mereka bertekad menghidupkan lagi bahan-bahan makanan itu.

Untuk dimatikan lagi di mulut.

Pasangan today goreng hari itu hanya satu: dabu-dabu. Tomat, bawang merah, paprika dan entah apa lagi. Sedikit diberi daun kemangi.

James menanam kemangi di pot. Dua pot kecil. Ditaruh di jendela bagian dalam. Di sebelah pot kemangi ada pot sayur sop.

Kemangi dan daun sop itu mati di musim dingin. James tidak buang. Tiap hari ia siram air. Di musim semi ternyata hidup lagi.

Uji coba di tahun sebelumnya gagal. Saat mati di musim dingin ia tidak siram air. Mati seterusnya.

Goreng ‘today New York’ pun ludes. Pun dabu-dabunya. Bahwa today hanya ada di Sulawesi, kata James, karena Sulawesi adalah pulau yang asli Indonesia.

Wilayah timur dari Sulawesi adalah kepanjangan dari jalur daratan Australia ke utara. Sedang Kalimantan, Jawa dan Sumatera adalah kepanjangan daratan dari India.

James banyak membaca literatur: binatang, tumbuhan dan ikan di Sulawesi memang paling beda.

Pun kayu yang cocok untuk kulintang: tidak ada di jalur barat maupun timur. Hanya ada di sekitar Manado.

James benar-benar ahli masak. Tapi ia juga minta agar saya ke resto-resto masakan Indonesia yang ada di Queens.

Saya pun makan di Bamboo Ya.

Besoknya ke resto Batik.

Dua resto lagi minta saya datangi. Lain waktu. Jadwal penuh. Tekad saya hanya akan makan sedikit pun gagal total. (Dahlan Iskan)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *