Viralmediaindonesia – BEM UI Kecam kriminalisasi terhadap mahasiswa UI yang jadi korban tewas setelah terlindas mobil seorang purnawirawan polisi.
“Kami bukan hanya sekadar menyesalkan sikap arogansi purnawirawan polisi yang menabrak, tapi kami mengecam pihak kepolisian yang menetapan status tersangka terhadap rekan kami. Ini kan aneh korban malah dijadikan tersangka”ujar Ketua BEM UI Melki Sedek Huang kepada redaksi ViralmediaIndonesia, Minggu (29/1)
Melki menjelaskan, polisi menetapkan status tersangka karena korban dianggap lalai dalam berkendara sehingga menyebabkan orang lain menjadi korban kecelakaan. Namun belakangan, polisi menghentikan penyidikan karena tersangka sudah meninggal.
“Ini kan mirip kasus Sambo, Joshua juga sempat dijadikan tersangka. Dan status tersangka rekan kami diSP3 setelah meninggal dunia. Bagaimana pertanggungjawaban si penabrak yang sangat arogan saat ditanya ibunda korban“ungkapnya
Sebelumnya, Ibu mahasiswa Universitas Indonesia (UI) berinisial HAS yang meninggal dunia karena dugaan tertabrak, Dwi Syafiera Putri mengungkap rumahnya didatangi polisi pada Jumat (27/1) malam. Seperti dilansir CNN Indonesia, Perempuan yang akrab disapa Ira itu mengatakan baru sampai rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Posisi Ira berada di dalam rumah, sedangkan ayah HAS, Adi berada di luar rumah. Adi, kata dia, kemudian tampak sibuk sendiri.
“Saya bilang ada apa? Suami saya bilang ‘Polisi, mi. Banyak polisi datang ke rumah kita,’,” ujar Ira
Ira mengatakan dirinya melihat ada kurang lebih tiga mobil polisi yang datang ke rumahnya. Ia merinci polisi yang datang tadi malam adalah pihak-pihak yang terlibat dalam penyelidikan kasus anak sulungnya.
“Pakaiannya rapi. Pakai seragam polisi lengkap, dengan mobil polisi lengkap mobil polisi lengkap…yang datang itu semua yang menyelidiki kasus HAS ada semua di situ. Kasubdit Gakkum, Kasat Laka Lantas Polres Jakarta Selatan, Kanit Laka Lantas Polres Jakarta Selatan dengan bawahan bawahannya itu ada semua di situ,” ungkap Ira.
Ira menuturkan tak sanggup menghadapi para polisi yang datang karena takut. Ia pun melindungi anak perempuannya yang juga ketakutan.
“Yang menghadapi suami saya. Saya benar-benar takut…Keadaannya kami posisinya juga panik kan melihat polisi begitu banyak, saya juga melindungi anak saya perempuan. Anak perempuan juga sudah ketakutan,” jelas Ira.
Sumber: cnn
