Tingginya Elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Mulai Memunculkan Spekulasi Mengenai Peta Politik Menuju Pilpres 2029.



Viral News | Jakarta | Tingginya elektabilitas Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mulai memunculkan spekulasi mengenai peta politik menuju Pilpres 2029.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga, menilai Dedi berpotensi mencari kendaraan politik lain, termasuk berkoalisi dengan Anies Baswedan, apabila dirinya tidak mendapat ruang strategis di internal Partai Gerindra.

Jamiluddin merujuk hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang dirilis Juli 2026. Dalam simulasi semi terbuka, Dedi meraih elektabilitas 35 persen, sementara Prabowo Subianto 14,5 persen.

Namun, hasil survei Indonesia Political Opinion (IPO) menunjukkan angka berbeda. Prabowo masih unggul tipis dengan 23,4 persen, sedangkan Dedi berada di angka 21,7 persen.

Menurut Jamiluddin, elektabilitas Dedi masih berpeluang meningkat apabila ia konsisten menjaga kedekatan dengan masyarakat, khususnya warga Jawa Barat.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dinamika di internal Gerindra apabila elektabilitas Dedi semakin membayangi Prabowo.

“Gerindra bisa saja tidak menginginkan bila ada kader Gerindra yang elektabilitasnya lebih tinggi dari Prabowo,” kata Jamiluddin dalam keterangannya, Sabtu (15/8/2026).

Ia bahkan memperkirakan Dedi bisa saja tidak diberikan posisi strategis di partai.

“Kader seperti itu bisa saja akan diasingkan di internal Gerindra. Dedi bisa saja tidak diberi peran strategis di Gerindra,” ujarnya.

Jika skenario tersebut terjadi, Jamiluddin menilai Dedi berpeluang melakukan manuver politik dengan mencari partai lain.

Menurutnya, perpindahan partai bukan hal baru bagi Dedi. Sebelum bergabung dengan Gerindra pada 2023, Dedi merupakan kader Partai Golkar dan pernah menduduki sejumlah posisi politik, termasuk Bupati Purwakarta dan anggota DPR RI.

“Kalau hal itu terjadi, bisa saja Dedi akan melakukan perlawanan. Dedi bisa saja berlabuh ke partai lain untuk mewujudkan ambisi politik,” kata Jamiluddin.

Jamiluddin kemudian menyebut salah satu skenario yang mungkin muncul adalah bergabungnya Dedi dengan Anies Baswedan untuk menghadapi Pilpres 2029.

“Salah satunya bisa saja Dedi bergabung dengan Anies Baswedan untuk maju pada Pilpres 2029. Dua sosok ini akan sangat kuat bila bersatu,” ujarnya.

Exit mobile version