Tanah Keluarga Proklamator Dirampas, Eros Dukung Menteri Hadi Tangkap Bohir Mafia Tanah

Tanah Keluarga Proklamator Dirampas
Eros Djarot


Viralmediaindonesia – Ketua Umum Gerakan Bhinneka Indonesia, Eros Djarot megajak masyarakat Indonesia mendukung langkah Menteri ATR/BPN, Marsekal (Purn) Hadi Tjahjanto yang akan menindak tegas oknum TNI/Polri yang menjadi beking mafia tanah. Namun dia menyarankan agar aparat penegak hukum menangkap terlebih dahulu bohir (pihak yang membayar) oknum TNI/Polri untuk menjadi beking mafia tanah.

“Mereka (oknum TNI/Polri -Red) kan cuma bayaran. Yang lebih penting untuk ditindak itu yang bayar mereka. Ditindak aktor intelektualnya jauh lebih penting daripada hanya sekadar menindak kroco-kroconya,”ujar Eros dalam Focus Group Discussion (FGD), Rabu (21/12) sore, di Jakarta. Tampil sebagai pembicara lainnya, Ketua Umum Forum Masyarakat Korban Mafia Tanah (FKMTI), SK Budiardjo dan moderator Kinoy Jackson.

Eros berharap pernyataan Menteri ATR/BPN yang menindaklanjuti perintah Presiden Jokowi bukan sekadar pencitraan dan harus dibuktikan melalui tindakan nyata.

“Saya gak bisa bilang dong sebelum ada buktinya. Kalau sampai tahun baru , Januari nanti mafia tanah masih berkeliaran bebas masuk institusi negara yang terhormat atau justru foto bareng dengan orang-orang terhormat di negarar ini, gak ngerti lagi saya, negara apa ini?”tambahnya

Eros mengungkapkan komplotan mafia tanah sudah berani merampas tanah milik keluarga Proklamator seluas lebih kurang lebih 20 ha di kawasan Cilandak, Jakarta Selatan.

“Sebetulnya gampang cari mafianya,biang keroknya siapa. Contoh gini deh, Tanah Keluarga Proklamator (Yayasan Fatmawati_Red) di kawasan Fatmawati. Jelas itu, Pak Menteri tahu kok, siapa. Apalagi dirjennya. Ada sekitar 20 hektar. Tanya saya deh, kalau Pak Menteri tidak tahu siapa di belakang itu? Ujar Eros yang juga Ketua Yayasan Fatmawati.

Sedangkan Ketua FKMTI SK Budiardjo mengaku telah menyerahkan data siapa bohir mafia tanah kepada sejumlah institusi negara. Namun kini justru dia selaku korban yang dijadikan tersangka. Budi berharap oknum TNI/Polri tidak terbuai oleh rayuan bohir mafia tanah sehingga harus berkelahi sesama anak bangsa.

Exit mobile version