JAKARTA, Viralmedaiindonesia.com – Sebanyak 8.544 orang terkena dampak banjir yang melanda Kota Palangkaraya di Provinsi Kalimantan Tengah pada Senin (14/11). Banjir terjadi setelah hujan deras menghanyutkan dan genangan air sampai ke pemukiman warga.
Banjir tercatat di empat kecamatan Wilayah Administratif Kota Palangkaraya, yakni Kecamatan Pahandut, Kecamatan Jekan Raya, Kecamatan Sabangau dan Kecamatan Bukit Batu. Peristiwa ini berdampak pada sedikitnya 1.733 rumah, 19 tempat ibadah, 2 kantor kecamatan, 21 lembaga pendidikan dan 5 puskesmas.
Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB melaporkan banjir masih terhenti di beberapa wilayah hingga Jumat (18/11). Pantauan secara visual, debit air meningkat 5 hingga 60 sentimeter di setiap sub-area.
BPBD Kota Palangkaraya juga menerapkan penggunaan perahu karet untuk mengevakuasi warga ke dataran tinggi. Selain itu, BPBD juga mendirikan posko pengungsian, pelayanan kesehatan dan dapur umum.
Hujan ringan kemungkinan masih akan turun di Kota Palangkaraya. Menurut prakiraan cuaca BMKG, hal itu berlaku hingga Minggu (20/11). Tim gabungan yang terdiri dari unsur TNI-Polri, BPBD, pemerintah provinsi, dan pemerintah kota bersama-sama melakukan penanggulangan darurat dan pengendalian peningkatan debit air.
Menindaklanjuti informasi tersebut, BNPB mengimbau kepada masyarakat dan perangkat daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi.
Hasil investigasi menyeluruh terhadap penyebab risiko banjir dapat dirumuskan dengan baik untuk membentuk langkah-langkah mitigasi jangka pendek dan jangka panjang. Salah satunya adalah penguatan kegiatan mitigasi berbasis vegetasi. Diharapkan bahwa upaya ini akan mengembalikan daerah air hujan yang optimal dan memperluas daerah aliran sungai di masa mendatang.












