Penguatan Kolaborasi Lintas Aktor dalam Penanggulangan Bencana, Kepala BNPB: TNI Punya Peran Penting

Kolaborasi Lintas Aktor dalam Penanggulangan Bencana
Kolaborasi Lintas Aktor dalam Penanggulangan Bencana
banner ads

Dirinya juga menambahkan, pada tahap tanggap darurat, BNPB dan kementerian terkait sangat bergantung kepada personel TNI. Sebab, TNI memiliki struktur organisasi yang vertikal dari pusat hingga ke daerah, sehingga pengerahan sumber daya dapat dilakukan dengan efektif.

“Walaupun komando tetap berada di BNPB, namun kami tetap membutuhkan TNI untuk mengerahkan sumber daya manusianya karena struktur organisasi TNI yang vertikal tadi. Tentu saja fungsi ini sangat strategis pada saat pelaksanaan tanggap darurat di lapangan,” tambahnya.

Pada saat terjadi bencana dan berdampak di beberapa kabupaten/kota, pengaktifan Pos Komando (posko) tanggap darurat bencana di daerah dapat dipimpin oleh Gubernur sebagai Komandan Satuan Tugas (Dansatgas), dengan wakilnya adalah Pangdam dan Kapolda sebagai Wakil Dansatgas. Namun, apabila berdampak hanya di 1 kabupaten/kota, maka Bupati/Wali kota menjadi Dansatgas dan Wakil Dansatgasnya adalah Dandim dan Kapolres.

“Fungsi TNI ini sangat penting dan krusial, hal ini yang perlu terus dikomunikasikan kepada penerus di TNI sehingga ketika terjadi bencana nanti sudah siap ketika ditunjuk menjadi Wakil Dansatgas posko tanggap darurat,” tambahnya.

Terakhir pada masa rehabiitasi dan rekonstruksi, TNI dapat berperan dalam percepatan upaya rehabilitasi dan rekonstruksi. Seperti halnya di Provinsi NTB pada tahun 2019, BNPB bersama TNI membangun kembali rumah warga yang rusak akibat gempabumi.

Selain bencana alam, TNI juga berperan dalam penanganan bencana pandemi COVID-19 dan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). TNI berperan dalam monitoring penegakan protokol kesehatan, membantu pelaksanaan tracing dan vaksinasi, melakukan penyaluran bantuan sosial, vaksinator, dan personel posko PPKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *