Kepala BNPB Meninjau Relokasi Yang Terkena Dampak Gempa Cianjur

Kepala BNPB Meninjau Relokasi Dampak Gempa Cianjur
Kepala BNPB Letjen TNI Suharyanto bersama Menko PMK Muhadjir Effendy mengendarai motor menuju lokasi terdampak gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Rabu (30/11).


CIANJUR, Viralmediaindonesia – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letnan Jenderal Suharyanto bersama Menteri Koordinator Bidang Ketenagakerjaan dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Effendy mengunjungi beberapa lokasi gempa di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Rabu (11). /30).

Salah satu yang ditinjau adalah wilayah Desa Sirnagalih di Kecamatan Cilaku yang merupakan lokasi relokasi kembali warga terdampak.

Suharyanto mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan kawasan relokasi kembali dan pemerintah pusat akan membangun kembali rumah warga terdampak.

“Jadi sudah disiapkan 16 hektare. Nanti Bupati dan tim yang akan memutuskan siapa dan warga mana yang akan pindah ke sini,” kata Suharyanto di Desa Sirnagalih. Bagi warga yang rumahnya direlokasi, akan mendapatkan ganti rumah di tempat yang telah disediakan, rumah yang lama tidak diperbolehkan lagi dihuni masyarakat.

“Ketika yang direlokasi punya rumah baru dan hak atas tanah, maka pemerintah mengelola tanah lama warga agar warga tidak kembali,” jelasnya.

“Rumah lama itu akan dijadikan daerah resapan air dan daerah hijau sehingga tidak lagi dihuni masyarakat karena dikhawatirkan jika terjadi gempa lagi di sana setidaknya tidak banyak korban”, lanjutnya.

Kepala BNPB dan rombongan kemudian menyaksikan pembangunan model tahan gempa buatan pemerintah itu.

“Rumah bapak akan menjadi percontohan bagi warga, 36 rumah RISHA yang berbeda-beda,” kata Suharyanto saat berdiskusi dengan warga kampung Ciwalen di kecamatan Warungkondang. “Warga yang rumahnya rusak ringan bisa memperbaiki rumahnya jika membutuhkan tenda keluarga, secara bertahap akan kami layani dan perlengkapi,” imbuhnya.

Kemudian, saat meninjau SMPN 1 Cugenang, ia melihat kondisi sekolah yang rusak parah sehingga tidak bisa digunakan untuk kegiatan belajar mengajar.

Titik pengamatan terakhir adalah pengungsian di desa Sarapad yang terletak di kaki Gunung Gede Pangrango. Karena cukup sulit untuk sampai ke sana, rombongan memutuskan untuk berjalan kaki ke posko pengungsian untuk berbincang dan membagikan paket sembako kepada warga.

Exit mobile version