Viral: Kasus Keracunan Cikbul di Jawa Barat Jadi KLB Yang diduga Sebabkan Peradangan Usus pada Anak

Keracunan Cikbul di Jawa Barat
Keracunan Cikbul di Jawa Barat
banner ads

Viralmediaindonesia – Kementerian Kesehatan menyebut keracunan makanan yang diduga akibat mengonsumsi jajanan berasap nitrogen atau Ciki Ngebul (Cikbul) di Provinsi Jawa Barat merupakan kejadian luar biasa (KLB).

Kementerian Kesehatan juga meminta departemen kesehatan provinsi, kota dan kabupaten serta rumah sakit untuk segera melaporkan kasus keracunan makanan yang disebabkan oleh konsumsi makanan jajanan cikbul.

Laporan disampaikan ke Gedung Adhyatma, Jalan HR Rasuna Said, Pengelola Pelayanan Kesehatan Rujukan Jakarta Selatan atau Pokja Pelayanan Kesehatan Rujukan Lainnya di 088215992763 atau email jasakeshatan.rujanlain@gmail.com.

Surat edaran tersebut dikirimkan pada 3 Januari 2023 dan ditujukan kepada dinas kesehatan provinsi, kota/kabupaten dan rumah sakit di seluruh Indonesia.

Surat edaran itu dikeluarkan setelah adanya dugaan kasus keracunan Cikbul di Jawa Barat. Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Pemprov Jabar dr Ryan Bayu Santika Rustandi mengatakan hingga akhir tahun 2022, ada 28 anak yang keracunan cikbul. Mereka tersebar di Kabupaten Tasikmalaya (November 2022) dan Kota Bekasi (Desember 2022).

“Yang makan cikbul di Kabupaten Tasikmalaya sebanyak 24 orang. Dari jumlah itu, 7 orang bergejala, 16 orang tanpa gejala, dan 1 orang dirujuk ke RS SMC. Untuk di Kota Bekasi, yang makan cikbul ada 4 orang, 1 orang ber gejala, dan 3 orang tanpa gejala,” ujarnya.

Total di Jawa Barat, yang makan cikbul ada 28 orang dengan 8 orang bergejala, 16 orang tanpa gejala, dan 2 orang di rujuk (RS SMC dan RS Haji).

“Sementara kita lanjutkan info surat edaran Dirjen Yankes ke seluruh kabupaten dan kota, P2P melakukan kewaspadaan dan melakukan penyelidikan epidemiologi. Sejauh ini belum ada kasus tambahan,” ucap dia.

Peradangan

Ryan menuturkan, cikbul mengandung nitrogen cair.

”Nitrogen cair adalah bahan kimia yang tak boleh dicampur dengan makanan,” ujarnya.

Dia menambahkan, berdasar pengamatannya, anak yang bergejala berat hingga mengalami peradangan di usus, ternyata mengonsumsi bagian sisa cairan nitrogen yang terdapat pada cikbul.

”Ini menandakan betapa berbahayanya cairan nitrogen bagi lambung anak. Yang berat itu karena sisa cairan di kemasannya dikonsumsi anak. Apalagi usianya baru 4 tahun. Dampak nitrogen cair khusus pada lambung anak sangat berat,” ucapnya.

Pihaknya bakal mengkaji kemungkinan melarang peredaran cikbul. Hasil kajian bakal menjadi rekomendasi untuk dinas terkait.

“Kami akan memberikan suatu rekomendasi usulan untuk penindakan, apakah diperbolehkan atau segera distop. Tentu saja, dengan adanya kasus yang berat ini, akan menjadi pertimbangan yang segera dijadikan suatu kebijakannya,” kata Ryan.

Selain mengkaji penjualan cikbul, Dinkes Jabar juga terus menjalin koordinasi dengan Dinkes kabupaten dan kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap konsumsi cikbul oleh anak-anak.

“Kemungkinan makanan yang berhubungan dengan nitrogen cair ini, membahayakan, terutama untuk anak-anak,” ucap Ryan.***

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *