Jusuf Kalla Mengingatkan KAHMI Untuk Melahirkan Pemimpin Yang Inovatif

KAHMI Untuk Melahirkan Pemimpin Yang Inovatif
Ketua Majelis Dewan Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Muslim (KAHMI), Jusuf Kalla alias JK
banner ads

Palu, Viralmediaindonesia – Ketua Majelis Dewan Etik Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Muslim (KAHMI), Jusuf Kalla alias JK, mengingatkan agar muktamar nasional KAHMI jangan hanya menjadi pengganti kepemimpinan. JK mendesak Munas KAHMI untuk mencetak pemimpin dengan tiga faktor, yakni ilmu, dedikasi dan inovasi.

Hal itu disampaikan JK saat menyampaikan sambutannya pada Gala Dinner Munas KAHMI ke-11 di Ballroom Hotel Best Western, Palu, Sulawesi Tengah pada Kamis malam, 24 November 2022. memutuskan siapa yang akan menjadi pemimpin baru, tetapi itu juga harus menjadi bahan evaluasi kita. Kemana Saja Kamu Apa yang tersulit, apakah kita kreator atau inovator?” kata JK sebelum mengundang peserta Munas KAHMI.

“Karena tanpa itu (inovasi) kita tidak akan maju,” imbuh wapres ke-10 dan ke-12 itu.

Perlu diketahui bahwa HMI adalah penemu atau pencipta kata JK. Karena salah satu tujuan memulai HMI adalah menjadi kreator akademik. “Salah satu tujuannya adalah menghasilkan sarjana yang kreatif, bertakwa kepada Islam dan bertanggung jawab atas kemajuan bangsa yang adil dan makmur,” kata JK mengenang kepindahannya ke HMI pada tahun 1960.

Ketum Dewan Masjid Indonesia (DMI) itu menambahkan, inovator tidak hanya untuk mereka yang hanya mengamalkan teknologi, tapi untuk semua disiplin ilmu. Jadi, bagi JK, teknisi tingkat lanjut adalah orang yang bisa menciptakan sesuatu yang baru di bidang teknologi. Sementara itu, politisi inovatif adalah mereka yang mampu menciptakan sesuatu yang baru bagi tatanan sosial dan bangsa.

“Makanya para ekonom harus bisa memberi makan pengusaha dengan hal-hal baru,” tambah Bonessa yang berasal dari Sulawesi Selatan ini. Selain itu, JK juga menyinggung prestasi akademik internal KAHMI. Bagi JK, karakter akademik adalah hal yang sulit. Karena parameter akademik bisa dilihat dari cara mereka berbicara, bersikap, berpikir dan lagi berinovasi.

Senada dengan itu, Presiden Palang Merah Indonesia (PMI) berharap Munas KAHMI berjalan lancar. JK tak ingin kembali ke masa-masa kongres yang kadang berlangsung puluhan hari bahkan diwarnai kursi-kursi melayang. “Ambil contoh adik-adik kita di HMI. Jangan mengajari mereka apa pun yang tidak baik. Ibaratnya tidak ada pemilihan pimpinan kalau tidak ada kursi mengambang. Jangan seperti itu,” saran JK.

“Kita harus mempertahankan gaya HMI dan KAHMI yang sifatnya kebersamaan,” jelas JK.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *