Beberapa lokasi pengungsian warga terdampak antara lain di aula Kecamatan Pekalongan Barat, TPQ Alhikmah Tirto, masjid Al Ikhlas Tirto, aula Kecamatan Timur, Arrobitoh Klego, gedung Sekolah Dasar Klego, mushala Al Iklas Poncol, dan Mushala Bani Ilyas, demikian Dimas Arga Yudha.
Kudus
Lebih dari seratus warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus mulai mengungsi menyusul permukiman mereka tergenang banjir akibat curah hujan yang tinggi.
Menurut Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Mundir, jumlah warga yang mengungsi berdasarkan data Sabtu, 31 Desember 2022 sebanyak 149 orang.
Mereka mengungsi di dua tempat, yakni di Balai Desa Jati Wetan dan tempat ibadah di Desa Tanjungkarang.
Sebagian besar warga mengungsi di balai desa, sedangkan di tempat ibadah tercatat hanya tujuh orang.
Sebelum ada warga yang mengungsi, pihak Pemerintah Desa Jati Wetan sudah mempersiapkan diri dengan menyiapkan tempat untuk pengungsi beserta dapur umum.
Logistik makanan untuk para pengungsi juga sudah disiapkan, sehingga kebutuhan makan dan minum para pengungsi juga sudah disiapkan.
Untuk genangan banjir di Desa Jati Wetan saat ini cenderung turun, tetapi masih harus melihat cuaca apakah curah hujan masih tinggi atau berkurang.
Selain Desa Jati Wetan yang terdampak banjir, Desa Setrokalangan, Kecamatan Kaliwungu juga terdampak banjir dan mengakibatkan 48 rumah warga terdampak dengan ketinggian genangan antara 10-40 cm.
Areal persawahan juga tergenang dengan luas mencapai 35 hektare, sebanyak 30 hektare di antaranya ditanami tanaman padi.
Banjir juga terjadi di Desa Garung Kidul, Kedungdowo, dan Banget.
Di Desa Garungkidul hanya memunculkan genangan banjir di areal persawahan seluas 40 hektare, sedangkan di Desa Kedungdowo dan Banget juga berdampak hingga permukiman warga.
Di Desa Kedungdowo tercatat ada enam rumah yang terdampak, sedangkan di Desa Banget terdapat delapan rumah yang juga terdampak.
Semarang
Sementara itu, banjir yang menggenangi sejumlah wilayah di Semarang pada Sabtu, 31 Desember 2022 malam terpantau sudah mulai surut, meski masih ada beberapa tempat yang tergenang, seperti kawasan Pedurungan.
Sekretaris Daerah Kota Semarang Iswar Aminuddin menyebutkan banjir di beberapa wilayah setempat sudah surut, kecuali di aliran Sungai Tenggang.
“Jadi, airnya menunggu giliran untuk masuk ke Sungai Tenggang. Makanya di Pedurungan, terutama di Muktiharjo Kidul, Tlogosari, Dempel itu masih banjir karena situ daerah terendah memang,” katanya.
Iswar Aminuddin mengatakan stasiun pompa saat ini masih bekerja untuk menyedot air masuk ke dalam Sungai Tenggang dan diperkirakan pada Minggu sudah surut jika tidak terjadi hujan lagi.
Di daerah Tlogosari, banjir masih menggenang di sejumlah wilayah, seperti Jalan Sidomukti, Jalan Tejokusumo, Jalan Sido Luhur, Jalan Sido Asih dengan ketinggian antara 30-50 centimeter.
Stasiun pompa di Sungai Semarang yang menjadi hilir dari kawasan di sekitarnya, seperti Waru, juga masih bekerja untuk memompa air dengan kapasitas 35.000 liter/detik.
“Untuk wilayah lain, seperti di Plumbon, Wonosari, Semarang, alhamdulillah sudah surut. Di Sungai Beringin juga tidak meluap. (Normalisasi, red.) Sudah mulai terlihat hasilnya,” tutur Iswar Aminuddin.
Dia menjelaskan masyarakat yang terdampak banjir ada yang mengungsi dan sudah dibuatkan beberapa dapur umum di wilayah tersebut untuk memberikan bantuan makanan bagi korban banjir.
“Ada yang mengungsi ke rumah tetangga, diungsikan saudaranya, ada yang di posko tadi. Ada juga yang langsung dibawa ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit,” ucap Iswar Aminuddin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang mengonfirmasi 30 titik banjir yang menggenangi kota itu dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 70 centimeter.
Akan tetapi, beberapa wilayah sudah surut, seperti di jalan-jalan protokol di kawasan Tugu Muda, Simpang Lima, Jalan Gajah Mada, Jalan Pemuda, hingga Jalan Pahlawan sudah bisa dilalui dengan lancar.***
