Supaya lebih cepat menyelamatkan diri, kamu bisa mencoba mematikan sekring atau sirkuit pemutus listrik satu bangunan.
3. Hindari Menggunakan Lift
Jika memungkinkan untuk evakuasi, keluarlah dari gedung dengan menggunakan tangga darurat, bukan lift.
Sebab bila kamu menggunakan lift, ditakutkan kamu bisa terjebak karena terjadi korsleting listrik ataupun rem darurat yang sewaktu-waktu aktif.
Bila kamu sedang di dalam lift dan merasakan gempa, segera tekan semua tombol. Setelah pintu terbuka, segera cari tempat untuk berlindung.
Akan tetapi, bila pintu tidak bisa terbuka, tekan tombol darurat dan hubungi petugas gedung melalui interphone yang tersedia.
4. Jatuhkan Diri ke Lantai
Bila kamu sedang di dalam gedung dan tidak bisa keluar, jangan panik. Tetap tenang, cari tempat aman, dan jatuhkan diri ke lantai kemudian mencari perlindungan dengan berada di bawah meja atau furnitur yang kokoh sampai guncangan gempa selesai.
Kamu juga bisa berlindung dekat kontruksi kuat seperti tiang-tiang besar (pondasi) atau pilar beton dan berdiri di dekat lift. Elemen struktur yang digunakan di area tersebut bisa meredam distribusi gempa dan menjadi tempat yang kuat dari bangungan.
5. Jauhi Jendela Kaca
Apa yang harus dilakukan saat gempa bumi terjadi yaitu kamu harus menjauhi semua jendela kaca atau benda-benda mudah pecah. Lindungi mata agar tidak terkena serpihan kaca yang terpecah.
6. Jangan Lari Terburu-buru
Berdasarkan instruksi dari National Information Centre of Earthquake Engineering (NICEE), lari dalam kondisi terburu-buru membuat tidak bisa fokus apakah area yang dilalui aman atau tidak.
Selain itu, ditakutkan kamu akan mengalami cedera karena guncangan yang terjadi kita juga harus menghindari penumpukan orang saat di tangga darurat.
7. Hindari Berlindung di Ruang Kecil
Hal apa yang harus dilakukan saat gempa bumi lainnya adalah sebisa mungkin hindari berlindung di ruang kecil seperti toilet atau gudang. Ini karena bisa memperlambat mitigasi atau evakuasi.***












