*Muhammad Ayyubi ( Direktur Mufakkirun Siyasiyyun Community )*
Viralmediaindonesia.com | Jakarta .Hari ini ( 24 Februari 2025 ) Presiden Prabowo meresmikan BPI Danantara, lembaga super holding ini akan mengelola aset sebesar Rp. 15.000 triliun yang diharapkan untuk mendongkrak pendapatan negara.
Akan tetapi respon pasar terhadap kebijakan pemerintah yang akan disahkan hari ini jam 10.00 dinilai negatif. Sejumlah kalangan melakukan ajakan untuk menarik uangnya dari Himbara ( Himpunan Bank Negara ) karena khawatir dana yang terparkir disalahgunakan seperti yang terjadi Malaysia pada kasus 1MDB ( 1Malaysia Development Berhad ).
Kekhawatiran publik sangat beralasan, karena melihat figur figur yang duduk di dalam struktur organisasi Danantara. Di dewan penasehat ada Luhut B. Panjaitan, dewan pengawas Jokowi, kepala badan Danantara Pandu Syahrir ( keponakan LBP ) dan holding company ada Kaesang Jokowi.
Nama nama tersebut bakal mengelola dana besar – bahkan disebut salah satu paling besar di dunia-, selama ini dikenal sebagai tokoh yang dalam 10 tahun terakhir membuat Indonesia terpuruk dengan hutang menggunung dan berujung pada defisit.
Publik khawatir Danantara akan menjadi ladang korupsi baru, hasilnya bukan memperbaiki ekonomi Indonesia justru akan menyebabkan Indonesia hancur.
PM Malaysia Najib Razak bisa menjadi contoh atas ketidakamanahan seorang pejabat yang mengelola dana besar. Skandal 1MDB di negera itu menyebabkan ekonomi Malaysia hancur.
Apalagi kondisi Indonesia yang selama ini ramah terhadap koruptor, LBP dalam satu kesempatan menyebut tidak perlu ada OTT karena dianggap memalukan, Prabowo yang gegap gempita sebelum menjadi Presiden akan mengejar koruptor hingga ke Antartika, ternyata setelah menjabat malah loyo menghadapi koruptor, sedangkan Jokowi adalah aktor dibalik pelemahan KPK, di masa pemerintahan dia kasus korupsi naik drastis termasuk di lingkaran satu kekuasaan yang nilainya triliunan rupiah.
Pantas publik skeptis dengan Danantara, jika para pengurusnya adalah orang oranga yang tidak berintegritas dan tidak amanah. Ibarat menyerahkan daging segar ke seekor macan liar.
Ajakan untuk melakukan _rush_ adalah bentuk protes masyarakat terhadap Danantara, karena sudah tidak ada lagi yang bisa didengar oleh pemerintah, suara suara dibungkam, TV telah dikuasai dan Parlemen telah satu suara dengan pemerintah.
Dalam hal ini, Rasulullah berpesan terkait amanah.
إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة
” Jika suatu urusan diserahkan kepada orang yang bukan ahlinya maka tunggulah masa kehancurannya”.
Yang dimaksud bukan ahlinya dalam hadits tersebut adalah orang orang yang tidak amanah, sedangkan orang yang tidak amanah adalah mereka yang melakukan suatu perbuatan yang tidak diridhai oleh Allah SWT.
Merujuk pada hadits di atas kita bisa memastikan bahwa akhir dari Danantara atau apa pun kebijakan pemerintah yang tidak di dasarkan kepada perintah dan larangan Allah dan Rasul Nya pasti akan gagal dan berujung kepada kegagalan.
Walhasil, kelola negara sesuai dengan perintah Allah SWT dan Rasul Nya dengan menerapkan Syariah Kaffah di dalam bingkai Khilafah Islamiyyah.[]
