Bupati Cianjur Pimpin Komando Penanganan Darurat Gempa M5,6

Bupati Cianjur Pimpin Komando Penanganan Darurat Gempa
Bupati Cianjur Herman Suherman Pimpin Komando Penanganan Darurat Gempa
banner ads

CIANJUR, Viralmediaindonesia – Di awal pekan kedua masa tanggap darurat, komando penanganan gempa Cianjur dialihkan ke pimpinan Pemda Cianjur. Meski komando sudah dialihkan ke Pemda Kabupaten Cianjur, BNPB, Basarnas, BMKG dan pihak terkait lainnya tetap memberikan dukungan.

“Pejabat Komando Penanggulangan Darurat sudah dilimpahkan ke Pemda Kabupaten Cianjur. Meski belum siap (perintah sudah diberikan), karena kami masih membutuhkan bantuan dari BNPB, Basarnas, BMKG dan pihak terkait lainnya,” ujarnya. dikatakan Bupati Cianjur Herman Suherman dalam konferensi pers penanganan gempa bumi di Kabupaten Cianjur, Senin (28/11).

Keputusan tentang struktur organisasi administrasi ditandatangani hari ini. Hingga Senin (28 November) pukul 17.00. WIB, korban tewas bertambah menjadi 323. Tim kolaboratif berhasil menemukan 2 jenazah di kawasan Cijedil, sehingga jumlah warga yang hilang berkurang menjadi 9 orang.

Kerusakan infrastruktur tercatat sebanyak 26.237 rumah rusak berat, 14.196 rumah rusak sedang, dan 22.786 rumah rusak ringan. Infrastruktur lain yang rusak meliputi 471 sekolah, 170 tempat ibadah, 14 puskesmas, dan 17 gedung perkantoran.

Data detail titik pengungsian yang berhasil dihimpun BNPB, KemenPPPA dan UNFPA sejauh ini tercatat 449 titik, dengan total pengungsi sebanyak 100.330 orang. Staf terus memantau kebutuhan logistik warga yang terkena dampak. Distribusi bantuan semakin ditingkatkan dengan penggunaan armada yang berbeda.

Sebanyak 294 organisasi mendukung Pemkab Cianjur dalam menangani gempa yang terjadi pada Senin (21/11).

Herman juga mengatakan aktivitas kegempaan di Kegubernuran Cianjur sudah mulai berkurang.

“Saya mendapat surat dari BMKG yang menyatakan aktivitas kegempaan di Kabupaten Cianjur mengalami penurunan. Kami mendorong masyarakat untuk kembali ke rumah mereka jika tidak ada kerusakan struktural pada rumah tersebut,” kata Suherman.

Ia juga mengimbau warga yang pulang kampung untuk menata ulang barang-barang dan perabotannya semaksimal mungkin agar tidak menghalangi jalur evakuasi jika terjadi gempa susulan.

“Insya Allah, kami akan segera menindaklanjuti surat dari BMKG kepada lurah dan lurah, yang akan diteruskan ke RT/RW untuk kepulangan masyarakat besok agar kegiatan ekonomi dapat berjalan kembali,” kata Herman.

Sementara itu ada 2 petak lagi untuk perumahan koloni.

“Tadi ada usulan pengalihan 2,5 hektar di Desa Sirnagalih. Alhamdulillah ada tambahan dua petak, jadi petak kedua seluas 4 hektar di kecamatan Mande. Di kecamatan Paceti tepatnya di Cimpedawa seluas 10 hektare,” imbuhnya.

Di Desa Sinargalih, Cilaku, tanah akan segera diratakan sebagai langkah awal pembangunan.

“Tim verifikasi data rumah rusak juga turun ke lapangan, ada sekitar 3.500 yang terverifikasi. Tujuannya agar verifikasi selesai dalam waktu 5-6 hari untuk melihat nomor mana yang perlu ditransfer dan seterusnya.’ kata Hermano . Ia meminta warga yang rumahnya rusak untuk tidak melakukan perbaikan sampai dilakukan pendataan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *