Viral: Binar-Binar Kemuliaan

Binar-Binar Kemuliaan
Sekolah Rakyat Ancol
banner ads

Para Direksi dan Komisaris bergiliran datang memberi kelas inspirasi.
Disaat Covid melanda dan sekolah berlangsung via online. Management Ancol memberikan puluhan HP agar Murid-murid disekolah tersebut tak tertinggal mata pelajaran.

Kepala Dinas Pendidikan Ibu Nahdiana hadir. Berdialog dengan guru dan kepala sekolah, memberi jalan kerjasama dengan sekolah-sekolah lainnya.

Setiap acara di Ancol baik dengan karyawan maupun dengan Gubernur DKI saat itu. Murid-murid SRA menjadi bintangnya.

Anies Baswedan sebagai Gubernur saat itu memberi apresiasi terhadap management Ancol bukan atas prestasi meraih laba yang besar di tahun 2019. (Sebelum Covid melanda yang membuat Ancol ditutup berbulan-bulan). Melainkan apresiasi itu diberikan oleh Gubernur atas keseriusan Ancol dalam mengelola SRA. Anak-anak yang keluarganya terpinggirkan secara ekonomi. Anies mengatakan: Ancol Sekarang Dipenuhi Binar-Binar Kemuliaan.

Film tentang sekolah Rakyat Ancol dibuat, salah satu murid bernama Jesica menjadi bintangnya. Berawal dari sebuah tulisan saya di group Ancol Sharing berjudul: Tinggikan Mimpimu Jesica.

Kemudian Maruli Sitorus, Yosi Karamoi dan Tim Ancol TV berinisiatif membuat film pendek berjudul sama.

Murid-muridnya yang tak lolos seleksi untuk masuk SLA negeri, diurus oleh Rika Lestari untuk tetap bisa melanjutian di sekolah swasta.

Beberapa murid yang telah lulus SMA disalurkan untuk mendapat bea siswa di kampus BSI dan kampus lainnya.
Martua Hami Siregar (Ketua Serikat Pekerja Ancol), melakukan pendekatan yang baik dan berhasil.

Maruli Sitorus sibuk membuat film-film pendek tentang aktifitas Sekolah Rakyat Ancol.
Andos Hutajulu menghubungi Ibu Atika Kepala Dinas Kominfotik Pemprov DKI. Tak lama kemudian wifi yang bisa diakses denga gratis terpasang di sekolah tersebut.

Ketika banyak orang bergembira menikmati wahana baru di Dufan dan taman Symphony Of The Sea di Ancol Timur.

Kami para Insan Ancol saat itu merayakan kegembiraan yang berbeda. Kegembiraan karena lebih dari 50% murid-murid itu diterima disekolah negeri dan beberapa lainnya berhasil menyelesaikan kuliah lalu kemudian kembali ke SRA membantu adik-adik mereka untuk mampu melewati kerasnya kehidupan.

Rika Lestari bercerita dengan mata berkaca-kaca.
Saya melihat selalunya ia dipeluk oleh para siswi – siswi SRA bila mereka bertemu.

Semangat bersama terjalin, SRA tak lagi dilihat dengan sebelah mata. Management Ancol mengurus dengan serius.

Sesuatu yang datang dari hati akan sampai ke hati.
Malam hari tepat jam 12 malam di bulan Oktober. Maruli Sitorus mengirimkan video via akun youtube Ancol TV. Isinya mengejutkan.

Tanpa sepengetahuan saya, Maruli dan Tim mewawancara anak dan istri saya, teman-teman saya sma, teman-teman kuliah juga teman-teman Jakarta Melayu Festival. Berbagai ucapan selamat ulang tahun dari para karyawan baik dari level terbawah maupun sampai level direksi dan komisaris, namun dibagian akhir
dari video itu saya berhenti sejenak. Video itu menguras emosi dan mengharu biru. Jesica dan kawan – kawan (Murid – murid SRA). Wajah-wajah mungil dengan senyum gembira memberikan ucapan selamat juga doa yang membuat saya mengambil tisu dimalam hari.

Dunia tempat yang indah bagi orang-orang yang berbagi kebaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *