Berhasilkah Istana Redam Surya Paloh?

Surya Paloh


Oleh: Tony Rosyid, Pengamat politik

Viralmediaindonesia – Jika lawan lemah akan dihabisi. Jika lawan kuat akan ada negosiasi. Inilah hukum kompetisi. Terutama dalam arena politik. Orientasinya selalu pada kemenangan.

Publik menyimpulkan, gara-gara mengusung Anies Baswedan jadi capres 2024, Surya Paloh dihabisi. Satu anak buahnya di kabinet telah ditetapkan jadi tersangka. Yaitu Johnny G Plate. Sejumlah bisnis Surya Paloh kabarnya mengalami gangguan dan penjegalan.

Masih adakah BUMN yang pasang iklan di Metro TV? Satu pertanyaan untuk menguji kesimpulan publik terkait risiko yang dihadapi Surya Paloh pasca mendeklarasikan Anies Baswedan.

Soal hukum, kita semua sepakat “harus ditegakkan”. Koruptor harus dimusnahkan. Para maling uang negara harus dibasmi. Tapi, penegakan hukum mesti berlaku buat semuanya. Jangan ada kesan hukum tajam ke lawan, tumpul ke kawan. Ini yang seringkali jadi ironi di negara kita.

Apakah betul saat ini korupsi hanya ada di Kominfo dan Kementan? Dua menterinya kebetulan adalah anak buah Surya Paloh di Partai Nasdem.

Ditekan, Surya Paloh melawan. Serangan balik mulai dilancarkan. Metro TV sudah mengubah karakternya. Semula mirip TVRI, sekarang sudah menjadi TV Oposisi.

Terakhir, minggu tanggal 16 Juli, Surya Paloh undang 250 ribuan kadernya. Mereka dikumpulkan di Gelora Bung Karno (GBK). Dalam rangka konsolidasi. Temanya: Apel Siaga Perubahan. Dikomandoi Ahmad Ali, waketum Nasdem sekaligus menjadi ketua panitia Apel Siaga. Bahwa seluruh kader Nasdem di Indonesia akan selalu setia berada di samping Surya Paloh dengan semua keputusan politiknya.

Tema “Apel Siaga Perubahan” punya makna tersendiri. Seolah menyiratkan bahwa Surya Paloh dan Nasdem siap dengan kekuatan totalitasnya untuk melakukan perubahan. Dan ini terbaca dari pidato Surya Paloh di GBK yang menyoal “Revolusi Mental”. Revolusi Mental dianggapnya jauh dari cita-cita awal. Tidak sesuai harapan. Keluar dari rute yang digariskan semula. Surya Paloh lantang mengupas “Revolusi Mental” dan siap siaga melakukan perubahan. Sebuah pesan yang sangat tegas dan teramat keras.

Jika Surya Paloh meminta Demokrat dan PKS (KPP) untuk mengerahkan seluruh kadernya berkumpul bersama kader-kader Nasdem di Jakarta, apa ibu kota tidak jadi lautan manusia yang Siaga Melakukan Perubahan. Di situ bukan hanya Surya Paloh yang bergerak total, tetapi juga Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), seorang jenderal mantan presiden dua periode ini juga akan bergerak total. Mengerahkan semua kekuatan jaringan dan logistiknya. Sementara PKS adalah partai yang memiliki kader tersolid, kompak dan militan.

Exit mobile version