Berhasilkah Istana Redam Surya Paloh?

Surya Paloh


Istana membaca pesan dan gerakan politik Surya Paloh ini. Yang pasti, apa yang dilakukan Surya Paloh merupakan bentuk kesiap-siagaan yang sungguh-sungguh dan totalitas. Pantang mundur dengan keputusan politiknya, dan siap hadapi segala risiko yang beberapa bulan ini sudah ia terima.

Merespons manuver Surya Paloh di GBK, istana memanggilnya. Negosiasi? Pasti. Sebagaimana hukum dalam kompetisi, yang lemah akan dihabisi, yang kuat diajak negosiasi. Surya Paloh sedang menunjukkan kekuatannya di GBK, maka perlu dinegosiasi. Sekali lagi, ini hukum kompetisi. Berlaku kapanpun, dimanapun dan pada siapa pun. Namanya juga sudah jadi hukum.

Usai pelantikan kabinet baru, Surya Paloh dipanggil ke istana. Tujuannya? Untuk meredam ketum Nasdem ini. Istana ingin menunjukkan bahwa dua kader Nasdem di kabinet aman. Tidak diresuffle. Yaitu Mentan Sahrul Yasin Limpo serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya. Sampai kapan kedua menteri Nasdem itu aman? Tentu selama Surya Paloh berhasil menjaga dan menunjukkan kekuatannya.

Apakah Mentan Sahrul Yasin Limpo akan selamanya aman dan tidak jadi tersangka? Jangan terlalu dini membuat kesimpulan. Dinamika politik jelang pilpres 2024 sangat keras. Bahkan setiap pekan konstalasi terus mengalami perubahan.

Yang tidak berubah adalah dukungan Jokowi ke Ganjar. Bukan ke Prabowo. Isu dukungan Jokowi ke Prabowo hanya gimmick. Kecuali Ganjar lemah dan bakal kalah, maka dukungan Jokowi akan beralih ke capres yang potensial menang. Termasuk ke Anies Rasyid Baswedan. Ini hukum politik. Pengusaha dan calon mantan presiden akan merapat ke capres yang bakal menang.

Termasuk juga para pejabat karier, akan cari lorong untuk bisa mengakses capres yang bakal menang. Untuk apa? Jaminan keamanan dirinya dan peluang karier masa depannya. Para jenderal dan birokrat sedang berkalkulasi. Mencari cantolan capres yang mereka yakini bakal menang.

Sesuai yang dikatakan Surya Paloh di Talk Show CNN, usai ketemu Luhut Binsar Panjaitan (LBP): “Pak Jokowi sekarang tidak butuh saya, tidak butuh Nasdem. Apakah nanti Pak Jokowi tidak butuh saya?”

Jika 2024 Anies Baswedan jadi Presiden, pertanyaan Surya Paloh akan mendapatkan jawabannya.

Jakarta, 21 Juli 2023

Exit mobile version