JAKARTA, Viralmediaindonesia.com – Hujan deras mengguyur sebagian besar Kota Pare-pare sejak pukul 04.00 WIB. sampai 17:30. WITA pada Jum’at (18/11) menyebabkan Sungai Jawi-jawi dan Sungai Salo Karajae meluap, mengakibatkan beberapa kali banjir dan berdampak pada 425 KK.
Daerah yang terendam banjir antara lain Kompleks Tegal, BTN Zavaras di Desa Lapadde Kecamatan Ujung, menurut laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pare-pare. Kemudian komplek BTN Pondok Indah dan komplek perumahan IK Residence di desa Bumi Harapan, kecamatan Bacukik Barat. Kemudian di Desa Lontang’e Lemoe, Kecamatan Bakukik. Selanjutnya Wt. Bacukiki di Kecamatan Bacukiki dan Desa Lumpue di Kecamatan Bacukiki Barat. Berdasarkan laporan visual yang diterima Pusat Pengawasan dan Operasional Badan Penanggulangan Bencana (Pusdalops), terpantau aliran air banjir dari hulu menuju pemukiman warga dan beberapa sudut kota cukup deras. Arus banjir menghanyutkan beberapa kendaraan roda empat, kios dan rumah penduduk setempat.
Di tempat lain, beberapa warga terjebak di rumah masing-masing, namun tim gabungan dari BPBD Kota Pare-pare dan dinas terkait mengevakuasi mereka ke tempat yang lebih aman.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Pare, hingga Sabtu (19/11), tidak ada pengungsi dan warga memutuskan untuk sementara tinggal di sanak saudara. Saat ini air pasang sudah surut dan warga Kota Pare-Pare mulai membersihkan lumpur dan puing-puing yang terbawa air pasang. Situasi saat ini normal dan terkendali.
“Sejauh ini (evakuasi) belum terjadi. Penghuni yang sakit lebih memilih tinggal bersama kerabat untuk memastikan keamanan rumah dan membersihkan apartemen. Saat ini kondisi air sudah kembali (normal), kata sutradara Erik. Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Parepare.
Menurut prakiraan cuaca Badan Meteorologi, Iklim, dan Geofisika (BMKG), hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi di Kota Pare-pare dan sekitarnya hingga Minggu (20/11). Menanggapi hal tersebut, BNPB mengimbau seluruh komponen pemerintah daerah dan masyarakat untuk mengantisipasi potensi bencana tambahan yang dapat ditimbulkan oleh cuaca ekstrem.
Disarankan untuk secara rutin melakukan tindakan seperti memantau keadaan sungai, membuang sampah dan material lain yang menyumbat aliran air, memantau keadaan tanggul, jalan dan jembatan, serta memantau aliran air saat hujan deras.
Untuk meningkatkan kesiapsiagaan terhadap kemungkinan bencana susulan, masyarakat di daerah tangkapan air disarankan untuk melakukan evakuasi mandiri sementara ketika hujan terus menerus berlangsung selama lebih dari satu jam. Masyarakat juga diharapkan selalu waspada dengan keadaan sungai dan menghindari lereng curam dengan sedikit vegetasi.












