Lebih jauh lagi, Smith menjelaskan dalam pergaulan internasional, ada banyak instrumen yang dilakukan suatu negara dalam mempengaruhi negara lain. Pertama, lewat ekonomi misalnya memboikot. Kedua, mempermalukan negara target dengan mengeskpose kasus-kasus negara tersebut di dunia internasional. Ketiga lewat perang. Keempat melalui diplomasi secara umum.
“Nah yang lain itu adalah diplomasi umum. Ini murah, risikonya kecil. Tapi dia memerlukan kecanggihan, kecerdasan, pemimpin sebuah negara. Karena dia enggak ada modal kecuali ngomong bagaimana mempengaruhi lawan bicaranya,” ungkapnya.
Di antara bakal capres, katanya lagi, tidak ada yang memiliki kemampuan seperti Anies dalam berdiplomasi. Menurutnya, Indonesia akan diuntungkan kalau Anies yang menjadi pemimpin negeri ini periode mendatang.
“Ini kekuatan Anies. Ini modalnya. Karena itu saya sangat yakin kalau Anies menjadi presiden Indonesia, Indonesia bisa mendapatkan keuntungan dari politik luar negeri itu. Karena lebih dari kapan pun di dunia global pada saat ini, politik luar negeri itu berperan penting,” tegasnya.
(Sumber: kbanews)
