Nian sendiri diketahui sebagai monster kejam bergigi taring, pemakan hewan ternak, hasil bumi, sampai manusia. Nian dipercaya seperti monster tahunan yang menyerang kehidupan manusia.
Cara untuk mencegah Nian menghancurkan harta benda. Warga rela menghidangkan beberapa makanan di setiap pintu rumah untuk Nian.
Leluhur mengatakan sosok monster Nian takut dengan suara keras seperti petasan dan hal-hal berwarna merah. Oleh sebab itu, orang-orang mulai memasang lentera merah dan gulungan kertas merah di setiap jendela serta pintu rumah mereka untuk mencegah Nian masuk.
Kemudian, ada juga bambu bakar atau sekarang diganti dengan petasan untuk menakut-nakuti Nian. Hal ini dipercaya membuat Nian tidak pernah muncul lagi.
Imlek Ada di Indonesia
Presiden Republik Indonesia, K.H. Abdurrahman Wahid tunjukkan sikap saling menghargai yang tercermin dengan perayaan Imlek Nasional ke-2 di Istora Senayan pada tahun 2001.
Presiden Republik Indonesia kelima, Megawati Soekarno Putri juga hadir pada perayaan nasional Hari Raya Imlek 2553 tahun 2002 sekaligus telah menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional. Perayaan Imlek Nasional 2564 tahun 2013 lalu juga dihadiri oleh presiden Republik Indonesia keenam, Susilo Bambang Yudhoyono.
Selanjutnya Imlek secara nasional diselenggarakan setiap tahun oleh Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), dan selalu dihadiri oleh Presiden dan pejabat negara lainnya. Hal tersebut secara jelas menggambarkan sikap saling menghargai antar suku, etnis, dan umat beragama yang ada di Indonesia.***
