Tiga Capres Mulai Adu Gagasan



Apa yang dibuat oleh APEKSI dan Bima Arya kemarin (14/7) mesti diikuti oleh berbagai institusi, lembaga, ornas dan komunitas-komunitas lainnya. Beri panggung kepada ketiga kandidat. Juga media, mesti ikut mendorong dan memberi dukungan lahirnya forum-forum ada gagasan seperti ini. Rakyat biar tahu sedalam dan detail pikiran mereka tentang negara ini.

Maraknya forum-forum adu gagasan yang sudah dimulai oleh APEKSI ini, sekaligus akan mempersempit ruang adu pencitraan. Rakyat tidak lagi dininabobokan oleh atraksi politik murahan, dan terkadang malah menggelikan, dari masing-masing kandidat. Dengan forum adu gagasan rakyat akan melihat siapa yang paling layak dan berkemampuan diantara mereka untuk mengurus negara ini kedepan.

Rakyat akan memilih berdasarkan kehebatan kandidat. Bukan kelihaian timses dalam mengemas branding dan mengolah citra kandidat, sebagaimana selama ini terjadi.

Terinspirasi dari APEKSI, kampus-kampus sudah harus berinisiatif untuk mengundang para kandidat, menyiapkan forum buat mereka. Berikan panggung buat mereka untuk diuji oleh para akademisi. Siapkan profesor-profesor handal untuk menguji mereka. Kampus harus menjadi salah satu tempat menguji para kandidat. Dari ujian ini rakyat akan melihat mana kandidat yang layak lulus dan dipilih, mana yang tidak pantas untuk lulus dan tidak dipilih.

Kampus mesti menjadi tempat yang netral dan obyektif untuk menguji para kandidat itu. Kampus adalah tempat orang-orang yang kritis, netral dan berkompeten untuk menguji para kandidat. Lulus tidaknya kandidat itu, biarkan rakyat yang akan menilai. Rakyat tidak akan tergesa-gesa menyimpulkan pidato mereka kecuali setelah membandingkan track record masing-masing dari kandidat. Apakah mereka benar-benar cerdas dan konsiten, atau cuma ngecap.

Makin banyak forum adu gagasan, maka ini akan menjadi sarana mencerdaskan anak bangsa. Rakyat tidak lagi memilih kandidat berdasarkan kemasan pencitraan, apalagi sembako dan uang 100-ribuan. Tapi rakyat memilih mereka setelah mendengarkan gagasan mereka dan track recordnya. Di sinilah rakyat akan menjadi pemilih yang cerdas.

Bukankah para kandidat capres memang berkewajiban untuk mencerdaskan para pemilih? Indonesia butuh pemimpin yang cerdas dan mencerdaskan rakyat. Bukan pemimpin yang bodoh dan membodohi rakyat. Catat ini !

Jakarta, 15 Juli 2022

Exit mobile version