Namun, Jokowi tidak kehabisan akal. Jokowi punya banyak cara untuk masuk dan bernegosiasi dengan Megawati. Bahkan selalu punya cara untuk pressure Megawati. Jokowi seorang politisi cerdas.
Selain dukungan ke Prabowo oleh Gibran, kasus Johnny G Plate, Menkominfo rumornya juga menjadi bagian dari instrumen yang bisa dijadikan pressure ke Megawati. Kok bisa? Di sinilah pentingnya Jaksa Agung buka-bukaan kemana aliran dana kasus di Menkominfo. Johnny G Plate harus buka-bukaan. Bongkar semua. Supaya tuntas, siapa saja yang terlibat. Agar rakyat juga tahu siapa saja yang terima aliran uang. 8 T tidak mungkin dimakan Johnny G Plate sendirian. Surya Paloh bilang: usut tuntas. Ini sinyal seperti ada banyak pihak yang ikut menikmati. Periksa semua perusahaan yang menjadi vendornya Menkominfo. Perusahaan itu milik siapa saja. Kejar! Publik bantu cek perusahaan apa saja yang jadi vendor.
Tapi, jika Megawati tidak mempan ditekan dan tetap tidak memberi ruang kepada Jokowi di timses Ganjar, maka Jokowi akan terpaksa benar-benar dukung Prabowo. Dengan siapa Prabowo dipasangkan? Kemungkinan dengan Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Jokowi.
Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan sejumlah perseorangan telah mengajukan Judicial Review (JR) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Mereka menggugat pasal 169 huruf q UU Pemilu No 7 tahun 2017 tentang usia capres-cawapres. Di pasal itu disebutkan usia minimum capres-cawapres 40 tahun. Digugat oleh pemohon untuk diubah menjadi 35 tahun. Kalau 35 tahun, maka Gibran bisa jadi cawapres Prabowo. Sebab, usia Gibran saat pendaftaran oktober nanti tepat 36 tahun.
Bagaimana dengan Airlangga, Muhaimin Iskandar, Erick Tohir dan Sandiaga Uno yang selama ini setia menunggu untuk dipinang jadi cawapres? Megawati tidak menerima satupun dari mereka. Dan Gibran disiapkan buat Prabowo. Keempat tokoh ini terpaksa harus terima nasib. Bagus mereka berdoa, bila perlu berjama’ah doanya, agar JR PSI ditolak MK. Dengan begitu, mereka masih punya harapan. Bersaing satu sama lain untuk mendapat posisi cawapres Prabowo. Dengan catatan: Jokowi tidak balik ke kandang banteng dan dukung Ganjar. Kalau balik? Kita perlu hibur kembali Sang Jenderal.
Jakarta, 21 Mei 2023
