“Ada sebanyak 1.124 kali gempa bumi sejak 2 Januari 2023,” jelas Danang Pamuji, selaku Koordinator Bidang Obs BMKG Wilayah V Jayapura.
Waspada Harus, Takut Jangan
Abdul Muhari, ahli gempa bumi dan tsunami BNPB menjelaskan bahwa fenomena gempa bumi Jayapura hendaknya disikapi dengan sikap yang lebih waspada, namun tidak perlu takut atau khawatir berlebihan. Sebab, kendati gempa bumi susulan masih bermunculan beberapa kali, namun sejauh ini dapat dipastikan bahwa kekuatannya semakin melemah.
“Terlihat dari data BMKG kekuatannya melemah. Sehingga bapak dan ibu sekalian tidak perlu takut, namun kami minta tetap waspada,” jelas Muhari.
Lebih lanjut, Muhari juga mencontohkan bahwa masyarakat sebenarnya dapat memanfaatkan alat-alat rumah tangga sebagai sistem peringatan dini gempa bumi sederhana namun tepat guna.
Peringatan dini gempa bumi menurut Muhari dapat dibuat dengan memanfaatkan barang-barang yang mudah dijumpai di rumah seperti menyusun kaleng secara bertingkat. Hal itu bertujuan dapat menjadi ‘alarm’ apabila terjadi gempa bumi. Dengan menyusun kaleng-kaleng bekas yang diisi batu secara bertingkat, maka ketika gempa susulan terjadi kaleng-kaleng ini akan jatuh sehingga menimbulkan bunyi yang berisik sebagai “alarm” bagi pemilik rumah untuk segera evakuasi keluar rumah.
Di samping itu, Muhari juga mengimbau agar masyarakat dapat memastikan jalur evakuasi keluar dari rumah tidak terhalang oleh benda dengan ukuran besar seperti lemari, meja, kulkas dan sebagainya.
“Bagi masyarakat agar dipastikan tidak ada barang-barang besar seperti lemari, kulkas, meja dan lain-lain yang bisa menghalangi proses evakuasi keluar rumah saat terjadi gempa,” pungkas Muhari.
