Viralmediiandonesia – Sebanyak 1.826 rumah di enam kecamatan di Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan, terendam banjir sejak Jumat (27/1). Menurut pantauan polisi lapangan, air pasang surut, namun air naik kembali pada pukul 10.42 WIB. WITA pada Selasa (31/1).
Pusdalops BNPB mencatat sebanyak 1.826 Kepala Keluarga (KK) atau 6.440 jiwa terdampak banjir dan masih terus dalam pendataan. Enam kecamatan terdampak antara lain Kecamatan Samarinda Ulu, Astambul, Martapura, Martapura Timur, Martapura Barat dan Pengaron dengan tinggi muka air bervariasi antara 20 cm hingga 75 cm.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar melaporkan kondisi terkini melalui pantauan visual beberapa lokasi telah berangsur surut. Namun kondisi sungai Martapura terpantau mengalami kenaikan dan dalam status Siaga.
Adapun beberapa wilayah yang masih tergenang banjir antara lain Kecamatan Martapura, yakni Desa Tunggul Irang, Tunggul Irang Ulu, Tunggul Irang Ilir, Tunggul Irang Seberang, Kampung Jawa, Jawa Laut, Bincau, Bincau Muara, dan Sungai Sipai. Kemudian sebagian desa di Kecamatan Astambul, yakni desa Pasar Jati, Jati Baru, Keliyukan, Sungai Alat, Tambak Baru, Tambak Baru Ulu, dan Tambak Baru Ilir.
Sementara di Kecamatan Martapura Timur yakni Desa Pakauman, Dalam Pagar, Mekar, Kampung Melayu, Pekauman Ulu dan Pakauman Dalam. Dan di Kecamatan Martapura Barat, yakni Desa Telok Selong dan Tangkas.
Hingga saat ini belum ada laporan warga yang mengungsi.
“untuk pengungsian nihil. Warga masih tetap dapat beraktifitas dengan normal,” Jelas Pusdalops BPBD Kabupaten Banjar.
BPBD Banjar telah berkoordinasi dengan instansi terkait serta pihak kecamatan atau perangkat desa setempat guna melakukan pendataan dan penanganan. Petugas juga telah memberikan bantuan air bersih ke Desa Jawa Laut dan mendistribusikan bantuan logistik ke Desa Tunggul Irang, Teluk Selong Ulu, dan Bincau Muara.
