Viralmediaindonesia – Komisioner Komnas HAM akan mendesak pihak Kejari Jakarta Barat untuk segera membebaskan SK Budiardjo beserta istrinya. Sebab, saat ini tengah berlangsung proses pra peradilan dan Nurlaela, istrinya akan menjalani operasi dalam waktu dekat.
“Komnas akan membuat surat rekomendasi pihak terkait sebagai upaya untuk membebaskan Pak Budi dan istrinya dari tahanan serta memproses pengaduan soal kasus tanahnya, dan misalnya meminta pihak terkait melakuksn proses mediasi “ujar Hari Kurniawan saat menerima anggota FKMTI, Kamis (12/1/2022).
Para korban ditemui dua komisioner Komnas HAM, Hari Kurniawan dan Saurlin Siagian. Hari Kurniawan mengungkapkan kasus pertanahan paling banyak diadukan warga. Ada sekitar 700 pengaduan masalah tanah. Sedangkan Para korban yang tergabung dalam FKMTI mengungkapkan mereka telah melaporkan kasus perampasan tanah mereka sejak tahun 2018. mereka siap adu data alas hak kepemilikan awal tanah.
Sebelumnya Ketua Gerakan Bhinneka Nasionalis Eros Djarot bersama sejumlah aktivis dan para korban mafia tanah datang menjenguk Ketua FKMTI SK Budiardjo yang ditahan di Rutan Salemba, Kamis (12/1/2022).
Eros meminta Presiden Jokowi, Menkopolhukam, menteri ATR/BPN dan Kapolri agar mendengar aspirasi korban mafia tanah untuk mengadu data alas hak awal kepemilikan tanah. Dan bukan melakukan kriminalisasi terhadap korban bermodal fitnah.
Putera-puteri SK Budiardjo meminta Ayah dan ibu mereka segera dibebaskan karena tanah tersebut mereka telah beli pada tahun 2006. “Tapi justru ayahnya pernah dipukul dan 5 kontaiernya dicuri yang ada di tanah seluas 1 ha di Cengkareng, Jakarta Barat. Anehnya, Laporannya dia atas kasus tersebut tidak ditindaklanjuti pihak kepolisian”ungkapnya
Sedangkan Pengacara SK Budiardjo, Yahya Rasyid menjelaskan, penahanan ini adalah salah satu bukti kriminalisasi korban mafia tanah. ‘Pak Budi itu pembeli beritikad baik, tapi dia dipukul, kontainernya dicuri dengan main hakim sendiri. Dan laporannya diabaikan.












