Cianjur, Viralmediaindonesia – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian meminta Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pendaftaran Penduduk (Ditjen) (Dukcapil) segera turun tangan membantu korban gempa Cianjur. Pesan itu secara khusus disampaikan Mendagri saat berkunjung ke Sail Tidore 2022.
“Disdukcapil Cianjur dimonitor oleh Pokja Dukcapil Ditjen Dukcapil Kemendagri untuk menerbitkan akta kematian sesuai alamat korban tanpa penundaan setelah dilakukan pengecekan informasi demografis Ditjen Dukcapil,” kata Menkeu. Interior.
Dirjen Dukcapil Zudan (Dirjen) Arif Fakrulloh langsung melaksanakan instruksi Mendagri Tito Karnavian. Langkah itu ditempuh dengan pembentukan Tim Satgas Dukcapil Kementerian Dalam Negeri di Cianjur yang beranggotakan 10 orang. Peralatan lengkap diberikan kepada tim, antara lain alat mobile check-in dan printing serta blanko KTP. Mengirim gelombang pertama, satgas bertugas selama 5 hari, setelah itu gelombang kedua akan dilanjutkan Selasa depan (29 November 2022).
Dalam arahannya, Zudan mengimbau Satgas Dukcapil Pusat untuk segera membentuk satgas gabungan dengan Dinas Dukcapil Peduli Cianjur. “Satgas Dukcapil Pusat harus mulai paling cepat besok (Sabtu, 26 November 2022) memberikan layanan pencetakan dokumen rakyat untuk korban gempa Kabupaten Cianjur,” desak Zudan sebelum keberangkatan satgas, Jumat (25/11). ). /2022).
“Segera keluarkan kartu keluarga untuk pendataan seluruh rumah yang hancur. Bismillah. Jangkauan sangat berguna, ”jelas Zudan.
Sementara itu, Sekjen Dukcapil Hani Syopiar Rustam terus memantau gerak-gerik tim satgas meski saat ini sedang bertugas di acara Sail Tidore 2022 di kota Kepulauan Tidore, Maluku Utara.
“Insya Allah satgas satgas berjalan sukses dan lancar. Semoga bermanfaat dan bantu Disdukcapil Cianjur mempercepat proses penerbitan dokumen kependudukan untuk korban gempa Cianjur. Mereka akan ke dinas tapi tetap harus waspada karena masih ada gempa susulan,” ujarnya.
Titik pelayanan pertama berada di Kantor Kecamatan Warungkondang di sebelah Kantor Pos Pengungsi Kementerian Sosial. Namun karena masyarakat masih belum antusias, rombongan mengirimkan beberapa anggotanya untuk melayani langsung di tenda-tenda pengungsian.
“Pendataan meliputi kelengkapan dokumen kependudukan pascabencana, jika ada yang hilang seperti kartu keluarga. Kami juga melakukan konfirmasi jika ada anggota keluarga yang meninggal untuk menerbitkan surat kematian,” jelas Direktur Dukcapil Indersan. Direktorat Jenderal. Indersan melaporkan, pada Sabtu pukul 18.00 WIB, jumlah korban tewas yang dilaporkan Polsek DVI ke Polsek Warungkondang sebanyak 40 orang. Informasi validasi dan sertifikat kematian dikeluarkan untuk 20 korban.
Pada saat yang sama, izin tinggal tambahan, 23 e-KTP dan 23 kartu keluarga diterbitkan. Semua dokumen tersebut diserahkan langsung kepada warga terdampak di tenda-tenda pengungsian.
Tim Satgas Dukcapil masih berupaya memperbanyak dan menerbitkan kembali dokumen kependudukan yang dipersyaratkan. “Kami agak terbatas karena hujan ringan yang berlangsung cukup lama mengakibatkan jalan berlumpur ke tiang. Tapi tidak apa-apa, pendataan tetap jalan,” lanjut Indersan.
Saat itu, Indersan juga melaporkan langsung kepada Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tentang perkembangan pendataan dan pengiriman dokumen kependudukan saat berkunjung ke lokasi korban gempa di Kabupaten Warungkondang.
Di sisi lain, Direktur Registrasi Kependudukan David Yama berpesan agar Satgas Dukcapil bergerak secara terorganisir agar setiap pengungsi tanpa terkecuali mendapat layanan Adminduk.












