Islami  

China Bakal Tulis Ulang Al Quran, Diamandemen Menjadi Quran Komunis

banner ads

 

VIRAL MEDIA INDONESIA. COM China Bakal Tulis Ulang Al Quran, Diamandemen Menjadi Quran Komunis
China Bakal Tulis Ulang Al Quran, Diamandemen Menjadi Quran Komunis

TRIBUNPEKANBARU.COM – Pemerintah China yang dikuasai Partai Komunis China (PKC) akan menulis ulang Al Quran dan juga Alkitab.

Al Quran versi China itu dibuat untuk ‘mencerminkan nilai-nilai sosialis

Al Quran dan Alkitab yang beredar di China tidak boleh memuat konten apa pun yang bertentangan dengan keyakinan Partai Komunis.

Paragraf wahyu yang diturunkan ke Nabi Muhammad yang dianggap salah akan diubah atau ditafsirkan ulang.

Meskipun Alkitab dan Al Quran tidak disebutkan secara spesifik, partai tersebut menyerukan ‘evaluasi komprehensif terhadap kitab-kitab agama klasik yang ada dengan tujuan untuk memuat konten yang tidak sesuai dengan kemajuan zaman.

Dilansir dari Daily Mail, perintah tersebut diberikan pada bulan November 2019 lalu dalam pertemuan yang diadakan oleh Komite Urusan Etnis dan Agama dari Komite Nasional Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.

Sekelompok 16 ahli, penganut dan perwakilan dari berbagai agama dari Komite Sentral Partai Komunis Tiongkok menghadiri konferensi tersebut pada bulan lalu, menurut Kantor Berita Xinhua.

Pertemuan tersebut diawasi oleh Wang Yang, Ketua Konferensi Konsultatif Politik Rakyat Tiongkok.

Wang menekankan bahwa otoritas keagamaan harus mengikuti instruksi Presiden Xi dan menafsirkan ideologi berbagai agama sesuai dengan nilai-nilai inti Sosialisme dan persyaratan zaman.

Dia mendesak para pejabat untuk membangun sistem keagamaan dengan karakteristik Tiongkok.

Para pejabat setuju dengan arahan Wang, dan menambahkan bahwa misi tersebut adalah pilihan sejarah.

Mereka juga mengklaim bahwa dengan mengevaluasi kembali buku-buku agama, mereka akan mencegah pemikiran ekstrem’ dan ‘gagasan sesat mengikis negara ini.

Pertemuan itu terjadi ketika Tiongkok menghadapi kritik global atas kebijakan agamanya.

Patrick Poon, Peneliti Tiongkok di Amnesty International, mengatakan kepada  menunjukkan betapa manipulatifnya pemerintah Tiongkok, secara munafik mengizinkan agama-agama tertentu beroperasi di Tiongkok tetapi hanya dengan konten yang diizinkan oleh pemerintah Tiongkok.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *